Rindu

"kini ku hanya mampu tatapi bintang yg semakin jauh hilang dari pandangan. Saat tak ada lagi tutur sapa dan gelak tawamu... Dan di s't kerinduan ikat bathin nan sepi,Bunga2 di halaman tak lagi daunnya bergoyang

Mempercepat Mozilla Firefox Dengan Speedy Fox

Firefox anda Lola alias Lambat Loading?? Solusinya adalah Speedy Fox. Meningkatkan Firefox dalam satu klik dengan SpeedyFox Anda mendapatkan

Ketika Cinta Bersemi

Indahnya "Ketika Cinta Bersemi" dalam Kehalalan.Subhaanallaah... Bak Musim Bunga berkuntum

Once Upon Time In Tokyo someday

Dan.. jika tiba waktuku nanti saat tak lagi raga mampu melawan tegarnya sang waktu... Dan... jika pada saatnya nanti

Candi Borobudur Dan Nabi Sulaeman As

Candi Borobudur Nabi Sulaiman, apa hubungannya?

Kamis, 01 Desember 2011

Mempercepat Koneksi Internet dengan setting Registry

Bagi anda yang suka browsing tentunya penggunaan internet menjadi sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Apalagi jika hal tersebut menyangkut pekerjaan. Misal untuk cek email, update blog, mencari informasi dan lain sebagainya. Jika koneksi internet anda sudah broadband, 3G dan sekelasnya mungkin tidak terlalu bermasalah (bukan berarti tidak ada masalah sama sekali lho…). Namun jika koneksi internet anda masih menggunakan dial up apalagi masih menggunakan GPRS dari HP sebagai modemnya, anda terpaksa harus sedikit bersabar dengan koneksi internet yang “lemot” bagaikan bekicot heeeeee………. Kita bisa meminimalkan agar koneksi internet tidak terlalu lambat banget. Sebenarnya ada banyak tool/applikasi yang bisa dipakai untuk mempercepat koneksi internet baik yang gratisan atau yang berbayar seperti Speed ConnectInternet Accelerator, web acceleratorashampho internet accelerator, fosSpeedconsole dll.
Pada postingan kali ini saya akan bahas cara mempercepat Koneksi Internet dengan tweak registry pada komputer kita dan tweak konfigurasi browser Mozilla Firefox. Mudah-mudahan dengan tips dan trik berikut ini koneksi internet yang kita gunakan sedikit menjadi lebih baik.
Ada beberapa settingan yang harus dirubah  di registry komputer kita, seperti Setting Shared Folder dan boot jika komputer kita terhubung dengan jaringan komputer lain, setting file temporary pada browser, Cache DNS, mengurangi Bandwidth Update Windows dll. Kali ini yang akan kita lakukan adalah Optimalisasi DNS Lookup.  Ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan atau mempercepat koneksi internet, dan untuk mengubahnya kita bisa menggunakan software TCP/IP Optimizer. Namun kali ini yang akan kita lakukan adalah dengan tweak registry yang ada di komputer kita (tanpa software).
Caranya :
  1. Klik menu Start > Run
  2. Pada kotak dialog Run ketikkan regedit, lalu klik OK.
  3. Sekarang kita cari alamat registry ini : HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\Current ControlSet\Services\Tcpip\ServiceProvider.
  4. Setelah kita berada di direktori ServiceProvider ubah nilai-nilai dibawah ini semuanya menjadi 1.
     
    • DnsPriority=1
    • HostsPriority=1
    • LocalPriority=1
    • NetbtPriority=1
  5. Tutup registry restart komputer.

Selasa, 29 November 2011

Koran - Koran Dunia Tahun 1800-an Sudah Mengakui Keberadaan Indonesia

Saya mempunyai asumsi bahwa penyebutan kata ‘Indonesia’ di media cetak internasional baru muncul sepagi-paginya pada tahun 1928, saat dicetuskannya Sumpah Pemuda. Itupun dalam bayangan saya hanya suratkabar lokal saja yang menggunakan kata ‘Indonesia’ untuk merujuk kepada negara wilayah jajahan Belanda ini. Ternyata asumsi saya ini keliru besar. Dari penelusuran koran lama yang didigitalisasikan (digitalized newspaper) saya menemukan penyebutan nama Indonesia pada edisi ‘Sacramento Daily’ 27 September 1890, yang berarti 121 tahun yang silam! Ini benar-benar a big surprise untuk saya.

Pada edisi tahun 1890 ini, dikupas mengenai tradisi mengayau (head-hunting) suku Dayak di Borneo. Saya kutipkan sekelumit tulisan yang tentunya dilihat dari sudut pandang wartawan AS tersebut.
Many Dayak tribes are still addicted to head-hunting, a practice which has made their name notorious, and which but lately threatened the destruction of the whole race. It is essentially a religious practice – so much so that no important act in their lives seems sanctioned unless accompanied by the offering of one or more heads. The child is born under adverse influences unless the father has presented a head or two to the mother before before its birth. The young man cannot become a man and arm himself with the mandau or war-club, until he has beheaded at least one victim. The wooer is rejected by the maiden of his choice unless he can produce one head to adorn their new home.

Koran The Sun Minggu 22 Agustus 1909

Koran Sacramento 27 September 1890

Secara singkatnya disebutkan bahwa tradisi mengayau ini merupakan kehidupan religius suku ini mulai dari saat pemuda akan melamar gadis pilihannya, saat isterinya mengandung dan akan melahirkan, saat anak muda diakui sebagai lelaki yang berhak memanggul mandau semuanya dipersyaratkan dengan head-hunting. Bagian yang menarik perhatian saya adalah paragraf yang menuliskan kata ‘Indonesia’ sebagai berikut:
With the gradual spread of Islam the Dayaks of the British and Dutch possession are slowly abandoning their blood-thirsty usage. At the same time the headhunters themselves , strange to say, are otherwise the most moral people in the whole of Indonesia. Nearly all are perfectly frank and honest. 
(Dengan penyebaran agama Islam, suku Dayak di wilayah jajahan Inggris dan Belanda sedikit demi sedikit meninggalkan tradisi pertumpahan darah ini. Yang sangat mengherankan, pengayau (headhunter) ini boleh dikatakan adalah orang yang paling menjaga moral di seluruh kawasan Indonesia. Hampir semuanya memiliki sifat kejujuran dan keterus-terangan yang paripurna.
Koran San Francisco 13 juni 1910

Atau menarik pula disimak sebuah artikel mengenai penemuan suku (tribe) cebol di kawasan Papua pada harian ’San Francisco’ tertanggal 13 Juni 1910 dengan judul berita ’Strange Tribe of Dwarfs’. Ya istilah strange dan tribe yang di masa kini tentu terasa sangat rasis, masih dipakai pada masa itu. Paragraf pertama artikel ini berbunyi :
The discovery of Dutch New Guinea of a tribe of dwarfs on the bench of the great Snow Mountains is particularly interesting as establishing a new point for the study of the primitive inhabitants, possibly absolute autochthons, of Indonesia. 
Terjemahan bebasnya : Penemuan suku kerdil Papua Belanda pada tebing Gunung Bersalju teramat menarik didalam peneguhan dasar-dasar baru untuk penelitian penduduk primitif, yang kemungkinan merupakan penduduk asli dari Indonesia. Demikian pula istilah primitive yang dalam wacana modern tidak pernah lagi dipakai, masih galib dituliskan pada zaman itu.
koran The Sun (whistling in Indonesia)

Ada satu lagi artikel mengenai Indonesia yang termuat pada koran ’The Sun’ edisi Minggu 22 Agustus 1909 tentang tanya jawab soal pepatah dalam bahasa Inggris Whistling girls and crowing hens always come to some bad end (Anak gadis yang suka bersiul dan ayam betina yang suka berkokok akan mengalami nasib sial). Dijelaskan di China kalau ada ayam betina yang berkokok, pasti akan disembelih karena membawa kesialan. Lantas bagaimana soal anak gadis yang suka bersiul? Inilah jawabannya :
In the Pacific and Indonesia all whistling is taboo to each sex alike, for the whistle is the voice of the minor gods. 
Saduran tak resminya : Di kawasan Pasifik dan Indonesia semua perbuatan bersiul adalah tabo baik untuk lelaki maupun perempuan, karena siulan adalah suara dari iblis.

Kutipan-kutipan di atas memang terasa bias dan rasis diterapkan pada kekinian, tapi yang ingin saya garis bawahi adalah kenyataan bahwa pada tahun 1890 nama ‘Indonesia’ ternyata sudah eksis dalam percaturan dunia.

Sumber: http://blog.indojunkers.com/2011/09/nama-indonesia-dikenal-sejak-1890/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...